1 mengemudi aman saat hujan

Mengendarai mobil memang lebih rentan terjebak kemacetan. Namun, kendaraan tersebut juga dianggap nyaman karena melindungi pengemudinya dari hujan dan banjir. Jika Anda termasuk orang yang selalu bepergian menggunakan mobil, pahami panduan mengemudi aman saat hujan deras agar keselamatan perjalanan tetap terjaga.

Pengalaman pertama mengendarai mobil saat hujan biasanya pasti terasa mendebarkan. Anda harus menyikapinya dengan mempelajari beberapa tips mengemudi aman saat hujan berikut ini:

Memeriksa Berbagai Komponen Penting pada Mobil

Poin pertama yang paling krusial bila hendak mengemudi aman saat hujan adalah memeriksa berbagai komponen penting pada mobil. Beberapa komponen yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Ban mobil yang memegang peran besar karena bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Jangan sampai ban mobil Anda kekurangan tekanan angin hingga cepat aus dan mudah kempis, terutama saat kondisi mulai banjir.
  • Wiper yang berfungsi membersihkan kaca dari air hujan dan debu. Pastikan bahwa karet wiper tidak getas agar dapat membersihkan secara maksimal. Karena yang sudah getas justru berisiko menyebabkan kaca depan mobil jadi lecet. Jangan lupa pula mengisi air sabun wiper sehingga Anda bisa lekas menggunakannya bila kaca mobil kotor saat hujan turun.
  • Sistem kelistrikan mobil, khususnya lampu dan aki. Lampu mobil merupakan salah satu komponen utama yang menunjang keselamatan berkendara ketika hujan. Jangan biarkan lampu dan aki mobil bermasalah hingga mengganggu keamanan berkendara. Bergegaslah mengganti lampu yang rusak supaya kembali normal, khususnya lampu hazard.

Menggunakan Ban Berpola Asimetris

2 ban mobil asimetris
Sumber: iStock

Permukaan ban yang mulai licin dapat mengurangi daya cengkeram terhadap permukaan jalan, khususnya ketika sedang hujan. Oleh sebab itu, Anda harus sigap menggganti ban agar dapat mengemudi aman saat hujan deras. Semakin tinggi intensitas penggunaan mobil, maka semakin cepat pula Anda harus mengganti ban mobil agar kondisinya tetap prima. Pilihlah ban berpola asimetris yang memiliki daya cengkeram lebih tinggi terhadap jalan.

Meningkatkan Kewaspadaan pada 15 Menit Pertama Pasca Hujan

Saat hujan deras mulai mengguyur jalanan, biasanya para pengemudi motor akan memacu kendaraannya dengan cepat untuk mencari tempat berteduh. Tak jarang pula pengemudi motor berpindah jalur secara sembarangan hingga mengganggu pengemudi mobil. Hal ini membuat Anda harus ekstra hati-hati pada 15 menit pertama pasca hujan. Kurangi kecepatan mobil ketika hujan baru turun sehingga kondisi mengemudi aman saat hujan tetap aman terkendali.

Mengaktifkan Fitur Pemanas Kaca (Defogger)

3 defrogger fitur mobil
Sumber: YourMechanic

Mobil modern dilengkapi fitur defogger yang berfungsi memanaskan kaca untuk mencegah kemunculan embun ketika hujan. Pengembunan terjadi karena udara di luar mobil lebih dingin daripada udara di dalam mobil. Jadi, sebaiknya Anda tidak lupa mengaktifkan fitur tersebut saat hujan mulai turun. Tombol defogger biasanya terdapat di sekitar pusat kontrol AC dengan lambang persegi panjang dan 3 anak panah bergelombang. Selain itu, usahakan pula untuk tidak mematikan Air Conditioner (AC) sebab hal tersebut malah memicu kabut pada kaca mobil yang menghalangi jarak pandang.

Menjaga Jarak Aman antar Kendaraan

Hujan kerap mengganggu keterbatasan jarak pandang saat berkendara, apalagi bila banyak kabut atau kondisi malam hari. Itulah sebabnya Anda harus berusaha mengemudi aman saat hujan dengan menjaga jarak aman. Idealnya, jarak aman antar kendaraan adalah 6 detik. Artinya, jika mobil atau motor di depan Anda sudah mencapai suatu objek berupa gedung atau pohon, maka Anda harus menempuh objek yang sama dengan kendaraan tersebut minimal 6 detik atau lebih lama lagi. Perkiraan jarak aman sangat penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas saat hujan.

Semoga ulasan ini membantu Anda untuk lebih bijak mengusahakan kondisi mengemudi aman saat hujan. Hindari kecerobohan di jalan raya yang dapat berakibat fatal bagi Anda.

By Melisa Melisa

Day-dreamer, Night Thinker, Fulltime Freelancer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *